Minggu, 30 Oktober 2016

Minum Susu Malah Sebabkan Osteoporosis?

http://maulangsing.net/jual-smart-detox/

Minum Susu Malah Sebabkan Osteoporosis?

Oleh IRWAN JULIANTOHari Osteoporosis Nasional 2009 diperingati beberapa ribu warga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tanggal 25 Oktober lantas. Sebagai satu moment, acara itu cukup sukses menarik perhatian, yang pasti tak terlepas dari peran satu perusahaan swasta yang pasarkan product susu, terlebih untuk orang dewasa. Acara itu juga seakan-akan adalah antitesis atau sanggahan pada pendapat kalau minum susu sangat banyak malah mengakibatkan osteoporosis. Pendapat yang paling akhir ini terdaftar dalam buku best seller karya Prof dr Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme-Self-Healing Program, yang th. 2008 sudah ditranslate ke bhs Indonesia serta diterbitkan Qanita, anak perusahaan Mizan. Sampai th. ini, buku itu sudah alami bikin lagi sekian kali. Tidak kurang dari entrepreneur Ciputra sangat mempercayai isi buku itu, hingga pernah mengadakan seminar untuk warga lanjut usia di tempat tinggalnya dengan pembicara seseorang dokter yang menguraikan pokok-pokok isi buku Shinya. Dalam bukunya itu, Shinya yang guru besar kedokteran Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Amerika Serikat menulis sekian : ”Satu miskonsepsi umum yang paling besar tentang susu yaitu kalau susu menolong menghindar osteoporosis. Oleh lantaran jumlah kalsium pada badan kita menyusut bersamaan dengan umur, kita di beri tahu untuk minum susu yang banyak untuk menghindar osteoporosis. Tetapi, ini yaitu satu kekeliruan besar. Minum susu sangat banyak sesungguhnya mengakibatkan osteoporosis. ”Apa alasan Shinya pada gagasannya yang ”melawan” pendapat umum ini, termasuk juga beberapa dokter pakar gizi klinik? Menurut Shinya, kandungan kalsium dalam darah manusia umumnya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, waktu minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda mendadak bertambah. Meskipun sekilas lantas hal semacam ini mungkin saja tampak seperti banyak kalsium sudah terserap, penambahan jumlah kalsium dalam darah ini mempunyai segi jelek. Saat konsentrasi kalsium dalam darah mendadak bertambah, badan berupaya untuk kembalikan kondisi abnormal ini jadi normal kembali dengan buang kalsium dari ginjal lewat urine, ” sekian pendapat Shinya. Ia memberikan, ”Jika Anda coba minum susu dengan harapan memperoleh kalsium, akhirnya sungguh ironis, yakni berkurangnya jumlah kalsium pada badan Anda keseluruhannya. Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, serta Finlandia—yang sangat banyak konsumsi susu sehari-hari, diketemukan banyak masalah retak tulang panggul serta osteoporosis. ”Masuk akalMenanggapi pendapat Shinya ini, ahli gizi klinik Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia, Prof Dr Waloejo Soerjodibroto, saat dihubungi menyebutkan kalau pendapat itu masuk akal. Waloejo mengakui belum membaca buku Shinya, namun ia belum meyakini kalau kandungan kalsium yang berlebihan akibat konsumsi minum susu malah bakal mendorong pembuangan kalsium dari ginjal lewat urine, termasuk juga kalsium dari massa tulang. ”Betapapun susu yaitu sumber protein hingga dalam konteks yang benar, susu tetaplah bermanfaat untuk badan, ” tuturnya. Meskipun sekian, Waloejo sepakat dengan beberapa pendapat Shinya kalau susu sapi memanglah paling pas untuk anak sapi, bukanlah untuk anak manusia, terlebih manusia dewasa. ”Dalam perubahan orang-orang moderen, air susu ibu ditukar oleh susu formula atau pengganti air susu ibu agar golongan ibu dapat aktif bekerja. Manusia miliki otak untuk merekayasa, termasuk juga membuat pengganti air susu ibu yang mendekati atau serupa air susu ibu, meskipun tidak dapat sama persis, ” imbuhnya. Kita pasti ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang di ciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitaran empat dekade lantas, yang mengatakan kalau mengkonsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan yang lain (karbohidrat, protein serta lemak nabati/hewani, sayur, serta buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus serta sangat bermanfaat pada saat th. 1960-an saat keadaan gizi orang-orang Indonesia masihlah kurang baik lantaran memberi tips yang gampang diingat orang-orang pemula. ”Namun, saat ini kita bisa mempertanyakan, benarkah tanpa ada susu konsumsi gizi kita kurang prima. Tips ini lalu ditukar dengan arti ’menu seimbang’ (balanced diet), yang sesungguhnya juga tak cocok. Yang benar untuk konteks Indonesia yaitu giza atau gizi komplit (wholesome diet). Semuanya komponen ada, tak keunggulan, tak kekurangan, ” papar Waloejo. Mengkonsumsi ikanMenurut Prof Errol Untung Hutagalung, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), puncak massa tulang (peak bone mass) manusia berlangsung pada umur 20 sampai 30-an th.. Jumlah pasien osteoporosis selalu bertambah serta di kuatirkan jadi beban permasalahan kesehatan di Indonesia 40 th. lagi. Satu diantara usaha mencegahnya yaitu dengan mengoptimalkan konsumsi kalsium saat umur 20-30 th.. Pengurangan kalsium mulai berlangsung pada umur 40 th. serta semakin bertambah sesudah umur 50 th., tuturnya (Kompas, 26/10). Saat dihubungi semalam, Hutagalung menyebutkan belum membaca buku Shinya hingga belum dapat berkomentar kalau mengkonsumsi susu jadi bisa tingkatkan laju osteoporosis. Prof Waloejo demikian sebaliknya sepakat dengan pendapat Prof Shinya kalau konsumsi kalsium tak terus-terusan mesti dari susu. Ikan-ikan kecil serta rumput laut, yang sepanjang beratus-ratus tahun dikonsumsi oleh bangsa Jepang, nyatanya memiliki kandungan kalsium yang tidaklah terlalu cepat diserap (slow release) yang malah bisa tingkatkan jumlah kalsium dalam darah. Waloejo mengutamakan, yang utama untuk menghindar menyusutnya massa kalsium pada jaringan tulang tidak cuma konsumsi kalsium, namun juga terdapatnya vitamin D3, yang di buat dari inti Cholesterol. Pada awal evolusi, manusia purba tak mudah mencari lemak. Dalam perubahannya, lingkungan serta gaya hidup manusia beralih, namun mekanisme usus serta enzim-enzim manusia purba masihlah sama dengan manusia moderen. ”Itulah penyebabnya kita saat ini menjumpai banyak masalah obesitas, keunggulan Cholesterol serta trigliserida. Kritik Prof Shinya ada benarnya, ” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar